There was an error in this gadget

Friday, May 20, 2011

KONDISI HUTAN MANGROVE

Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai
atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. .

  1. Kondisi Umum di Indonesia
Berdasarkan data tahun 1984, Indonesia memiliki mangrove dalam
kawasan hutan seluas 4,25 juta ha, kemudian berdasar hasil interpretasi citra
landsat (1992) luasnya tersisa 3,812 juta ha dan berdasarkan data Ditjen RRL (1999), luas hutan mangrove Indonesia tinggal 9,2 juta ha (3,7 juta ha dalam kawasan hutan dan 5,5 juta hadi luar kawasan). Namun demikian, lebih dari setengah hutan mangrove yang ada (57,6 %), ternyata dalam kondisi rusak parah, di antaranya 1,6 juta hadalam kawasan hutan dan 3,7 juta ha di luar kawasan hutan. Kecepatan
kerusakan mangrove mencapai 530.000 ha/th

B. Kondisi Mangrove di Sumatera Barat
Hampir sama dengan kondisi Indonesia pada umumnya, kondisi hutan
mangrove di Sumatera Barat juga sedang mengalami degradasi.
total luas hutan mangrove di Sumatera Barat 51.915,14 ha.
Di daratan Sumatera Barat, hutan mangrove yang terletak dalam kawasan
hutan 6.060,98 ha dan di luar kawasan hutan 13.253,76 ha, sedangkan sisanya
terletak di Kepulauan Mentawai 32.600,00 ha. Dari luasan hutan mangrove
yang berada di daratan Sumatera Barat tersebut hanya 4,7% (909,82 ha) yang
kondisinya baik, sementara 95,3% (18.404,92 ha) dalam keadaan rusak

C.Beberapa jenis mangrove
- Bakau (Rhizopora )
- Api-api (Avicennia )
- Pedada (Sonneratia )
- Tanjang (Bruguiera )


D.Peranan Sosial Ekonomis Mangrove

1.Bahan Bangunan
    Kayu mangrove seperti R. apiculata, R. Mucronata, dan B. gymnorrhiza
sangat cocok digunakan untuk tiang atau kaso dalam konstruksi rumah karena
batangnya lurus dan dapat bertahan sampai 50 tahun. Pada tahun 1990-an
dengan diameter 10-13 cm, panjang 4,9-5,5 m dan 6,1 m, satu tiang mencapai
harga Rp 7.000,- sampai Rp 9.000,-. Kayu ini diperoleh dari hasil penjarangan

2. Pertanian
    Keberadaan hutan mangrove penting bagi pertanian di sepanjang pantai
terutama sebagai pelindung dari hempasan angin, air pasang, dan badai.
Budidaya lebah madu juga dapat dikembangkan di hutan mangrove, bunga dari
Sonneratia sp. dapat menghasilkan madu dengan kualitas baik. Tempat di
areal hutan mangrove yang masih terkena pasang surut dapat dijadikan
pembuatan garam. Pembuatan garam dapat dilakukan dengan perebusan air
laut dengan kayu bakar dari kayu-kayu mangrove yang mati. Di Bali, garam
yang diproduksi di sekitar mangrove dikenal tidak pahit dan banyak
mengandung mineral dengan harga di pasar lokal Rp 1.500,-/kg, sedangkan
bila dikemas untuk dijual kepada turis harganya menjadi US$ 6 per 700 gram

3. Obat-obatan
    Beberapa jenis mangrove dapat digunakan sebagai obat tradisional. Air
rebusan R. apiculata dapat digunakan sebagai astrigent. Kulit R. mucronata
dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan. Air rebusan Ceriops tagal
dapat digunakan sebagai antiseptik luka, sedangkan air rebusan Acanthus
illicifolius dapat digunakan untuk obat diabetes.

No comments:

Post a Comment