There was an error in this gadget

Saturday, March 12, 2011

POLUSI UDARA PICU TERJADI USUS BUNTU

Polusi udara yang terjadi di banyak negara ternyata tak hanya berdampak pada masalah pernapasan dan jantung. Udara kotor yang dihirup diduga bisa menjadi penyebab
seseorang terkena usus buntu.

Penelitian terkini yang dilaporkan dalam Canadian Medical Association Journal menemukan bahwa kasus penyakit usus buntu meningkat saat udara di sekitar penduduk lebih kotor.

"Hal ini membuat kami berpikir bahwa ada hubungan yang potensial antara polusi udara dengan usus buntu. Polusi udara merupakan faktor risiko yang bisa diubah, yaitu dengan cara mengendalikan polusi dan membersihkan udara bisa berpotensi mencegah bertambahnya kasus usus buntu," ujar Dr. Gilaad G. Kaplan, seorang asisten profesor di divisi gastroenterologi di University of Calgary di Alberta, seperti dikutip dari Medicinenet, Jumat (16/10/2009).

Namun, Dr. F. Paul Buckley III, seorang asisten profesor bedah di Texas A&M Health Science Center College of Medicine, masih meragukan hubungan antara polusi udara yang terjadi dengan peningkatan penyakit usus buntu. Menurutnya tidak ada seorang pun yang tahu mengapa usus buntu atau pembengkakan dan infeksi usus buntu bisa terjadi.

Sebuah teori yang berlaku adalah usus buntu terjadi ketika sebuah kantung berbentuk seperti organ yang melekat pada usus besar tertutup. Secara spesifik beberapa ahli percaya bahwa asupan serat yang kurang mengakibatkan terhalangnya saluran usus buntu oleh kotoran (tinja) dalam tubuh.

Tapi menurut Kaplan, faktor yang memicu dugaan polusi udara bisa mengakibatkan usus buntu adalah banyaknya orang yang datang ke rumah sakit dengan keluhan radang usus buntu saat konsentrasi polusi udara sedang tinggi, khususnya kadar ozon dan nitrogen dioksidanya. Hasil lain yang ditemukan adalah laki-laki lebih banyak mengalami usus buntu saat udara kotor dibandingkan dengan perempuan, namun para peneliti belum dapat mengetahui apa penyebabnya.

Untuk bisa lebih memastikannya perlu penelitian lebih lanjut dan mendalam untuk mengetahui kesimpulan tersebut benar atau tidak. Tapi sebaiknya masyarakat harus tetap mengendalikan polusi udara agar tidak bertambah parah, karena ini bisa melindungi seseorang dari penyakit pernafasan dan jantung yang diakibatkan oleh zat-zat beracun tersebut.

No comments:

Post a Comment